Sabtu, 28 Januari 2012

My Lovely Idol | Part 4

Diposting oleh Icha Elias di 01.22

 Tittle : My Lovely Idol
Author : Icha Elias or Ummu Aisyah (@MrsEliasChoi on twitter)
Rating : PG 13
Length : Series
Repost from :  http://mrschoiminho.wordpress.com/
Cast : Choi Sanghee, Lee Donghae, Lee Hyukjae and all others
“hah ? apa katamu oppa ?” Tanya Sanghee tak percaya, ia masih kaget. Bahkan ia sendiri tidak bisa mengungkapkan kekagetannya itu.
“iya, kau mau tidak ?”
“hei .. kau ini apa – apaan! Kenapa mengatakan hal begitu ditempat begini ?! sungguh tidak romantis” kata Donghae sebal, ia mencibirkan bibirnya kesal. Tapi sesungguhnya ia tidak punya alasan untuk kekesalannya itu.
Sementara gadis yang terhimpit diantara mereka hanya menundukan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang sudah terlanjur memerah.

“ishh ~ aku seperti menonton drama disini.. kalau kalian ingin syuting WGM lebih baik jangan disini” *si donghae ngomong apadeh ? -__-a* kata Donghae asal, mungkin ia kesal jadi ia mengatakan hal yang tidak jelas itu. Terlebih lagi ia sedang melihat Eunhyuk masih merangkul bahu Sanghee.
“kau tidak usah cemburu begitu .. aku hanya bercanda” kata Eunhyuk akhirnya, ia sedikit mengangkat dirinya dan kembali berdiri tegap dihadapan Donghae.
“haha .. sudah kuduga” Donghae tertawa “kau dengar itu nona ? tidak usah tersipu seperti itu ! Eunhyuk hanya bercanda !” ia meledek Sanghee yang sekarang sedang memanyunkan bibirnya, ia masih terdiam. Bingung harus bilang apa.
Seharusnya ia tau, seorang seperti Eunhyuk itu tidak mungkin mengajaknya pacaran.
Sadar Choi Sanghee !! bangunlah dari semua mimpimu ! bisa berfoto bersama idolamu saja itu sudah cukup kan? Kenapa kau mengharapkan hal yang tidak mungkin! Rutuknya dalam hati.
“a.. aku sudah tau kalau itu bercanda ! aku tau Eunhyuk oppa itu orang yang humoris” Sanghee masih menundukan kepalanya
“hei, kenapa nada bicaramu jadi manis begitu ? bukankah tadi kau marah – marah terus hah?” Donghae mendelik, Sanghee memutar bola matanya. Donghae terlalu banya bicara.
“itu berbeda! Jangan harap aku akan sopan terhadapmu”
“ya ! kau ini benar – benar” belum sempat menyelesaikan kata – katanya yang tertinggal itu.
“ya! Kenapa jadi kalian yang bertengkar ?” potong Eunhyuk yang sedari tadi agak heran melihat kedua orang yang ada dihadapannya.
“kalian sering bertengkar begini?”
“ne, hampir setiap detik … ikan ini selalu saja menjengkelkan”
“apa ? ikan katamu ? yah kau ini-”
“cukup ! kalau kalian sering bertengkar, mungkinkah itu pertanda bahwa kalian berjodoh?” Eunhyuk mulai berbicara. “TIDAK MUNGKIN !!” pekik Donghae dan Sanghee bersamaan. “konyol sekali kau, tak mungkin pria tampan sepertiku akan menyukai gadis pendek seperti dia ini, seleraku itu sangat tinggi. Kau tau ?” Donghae protes panjang lebar, sepertinya menghina gadis itu sudah hobi dia ._.
“gadis pendek ? pikir dulu sebelum bicara wahai ikan ! kau bahkan tidak lebih tinggi dari tiang kamera itu !!” Sanghee nyaris berteriak, ia tidak mau kalah. Sepertinya sifat mereka berdua yang sama – sama egois dan tidak mau kalah itu membuat Eunhyuk menggelengkan kepalanya.
“baiklah baiklah .. jika kalian ingin melanjutkan pertengkaran kalian silakan saja .. aku takkan mengganggu” kata Eunhyuk.
“dan … aku pergi dulu Sanghee senang bertemu denganmu .. dan kalau tentang foto kita, kau bisa ambil jika kau kesini lagi” ucap Eunhyuk akhirnya, ia lalu tersenyum hangat pada gadis itu. Sanghee membalas senyum singkatnya lalu membungkukan sedikit badannya pada pria yang akan berlalu itu.
“ne .. gamsahamnida oppa, senang bisa bersamamu .. annyeong”
“annyeong” Eunhyuk mengangkat tangan kanannya kemudian membalikan badan dan pergi meninggalkan Donghae tanpa pamit.
Donghae menyipitkan matanya kesal kemudian mendengus “hish apa – apaan dia, dia bahkan tidak berpamitan padaku ?? pria macam apa itu” gerutu Donghae, Sanghee yang mendengar itu langsung melempar pandang kearahnya. “tak ada gunanya berpamitan denganmu” sahut gadis itu jutek. “berisik kau ! lanjutkan saja pekerjaanmu” suruh Donghae, lagi – lagi dengan gaya sok perintahnya.

***

“huuaaaaaaaaaaaaaaaaaa akhirnya selesai juga” kata Sanghee lega, ia merentangkan tangannya di depan gedung agensi itu untuk menyegarkan otot – ototnya setelah bekerja seharian diruangan.
Ia meluruskan otot otot lehernya yang serasa mau patah. Tentu saja, ia sudah seperti babu karena pria bernama Lee Donghae itu. Seharian ia menuruti Donghae dan mengikuti apa saja kemauan pria itu. Mulai dari membereskan pakaiannya untuk dimasukan di tas, mengambil ini itu dan banyak lagi.
“begini pekerjaanmu setiap hari ?” Tanya Sanghee sambil bersandar pada pintu mobil Donghae
“tidak, kebetulan saja hari ini jadwalku tidak padat .. hanya pemotretan” jawabnya singkat, “ahh.. ara”
Hening sejenak, tak ada yang mulai mengajak bicara. Mereka berdua sama – sama bersandar pada depan mobil. Donghae menutup matanya untuk merasakan semilir angin dingin sore itu.
Sanghee menghela nafasnya sebal “ya ! kenapa diam?” teriak Sanghee geram.
“hhh ~ kau ini.. bisa tidak kecilkan suaramu” balas Donghae namun kali ini ia tidak setegas dan sejutek sebelumnya.
“mana handphoneku ? ini sesuai perjanjian kan ? aku membantumu bekerja sampai sore dan membawakan barang – barangmu hingga sampai ketempat parkir” Sanghee menagih janjinya
“aish, ne .. ne ..igeo” Kata Donghae memberikan sebuah handpone pada gadis itu setelah ia merogoh kantung jaketnya dan secara terpaksa ia berikan pada Sanghee, Sanghee kemudia meraih handphone itu. “hehehe akhirnyaaaaa ~!!!!” ujarnya riang.
Tapi … “hei pria bodoh ! lepaskan tanganmu dari handphoneku”
“sireo !”
“ya ! kau mau menyiksa apa lagi hah? Cepat lepaskan” Sanghee menahan emosinya dalam – dalam. Donghae akan melakukan apalagi?
“aku … aku ada satu permintaan”
“apa ? cepat waktuku tidak banyak, aku juga tidak yakin bisa mengabulkannya. Aku bukan jin!” jawab Sanghee yang sepenuhnya kesal.
“itu .. aku ingin”
“ingin apa?” Tanya Sanghee penasaran “anu”
Donghae masih gengsi untuk meneruskan kata – katanya, yah… keinginannya ini mungkin gila. Tapi itu yang ia inginkan sepertinya dan Donghae belum yakin gadis itu akan mengiyakan permintaannya kali ini terlebih lagi ia mendengar kata terakhir tadi, bahwa Sanghee bukan Jin (.___.)  “apa ? katakan saja” Donghae menggaruk tengkuknya, tanda bahwa ia bingung.
“tidak jadi deh..” Sanghee semakin mengerutkan dahinya. Kenapa Donghae begitu aneh?
“benar tidak ada? Kalau begitu aku pergi ya??” kata Sanghee akhirnya. Terlihat Donghae ingin mencegahnya tapi niat itu kembali diurungkannya. Kemudian Sanghee menyambar Handphone nya saat pria itu lengah. “hahaha terima kasih ya ~ Donghae-ya annyeong” kali ini gadis itu melangkahkan kakinya meninggalkan Donghae yg masih terdiam didepan mobil sedannya itu.
Sebenarnya Sanghee sangat menyadari gelagat aneh Donghae tadi, tapi ia berusaha mengabaikannya daripada Donghae akan semakin menyusahkannya.

***

“yeaaahh” seorang gadis merenggangkan lengannya ditengah lapangan sekolah, disamping gadis itu ada dua orang gadis lainnya.
“hahah akhirnya kita bisa menyelesaikan ujian Park songsaenim hari ini” kata gadis itu riang.
“ne kau benar Hyejin, aku hampir frustasi melihat soal – soal yang begitu banyak tadi. Untungnya aku sudah belajar sedikit semalam” sahut temannya yang bernama Ryumi
“ahh .. aku pasrah dengan nilai ulanganku .. pasti seburuk dengan tulisan Park songsaenim dipapan tulis” gerutu teman satunya lagi, siapa lagi kalau bukan tokoh utama Choi Sanghee.
“hahaha.. nilai ulangan itu urusan nanti ! sekarang kita harus merayakannya?! Bagaimana kalau kita jalan – jalan?” usul Hyejin “ahh.. ide bagus !!” Ryumi menyetujui ide Hyejin beberapa detik setelah gadis itu menyelesaikan kalimatnya sementara Sanghee hanya mengangguk mengikuti keinginan dua orang sahabatnya itu.
Tiba – tiba “dddrrrrttt” Sanghee merasakan getaran dikantung jas sekolahnya, buru – buru ia mengangkat telpon itu dan sedikit menjauh dari kedua temannya kemudian menempelkanya di telinga kanannya “yoboseyo” sapanya
“Choi Sanghee?” kata suara diseberang sana. Suara yang sama sekali tidak asing di telinga gadis itu, ia membelalakan matanya dan mendengus kasar “yaampun, aku kenal suara jelek ini! mau apa?!!” balas Sanghee jutek, ia sama sekali tidak berkata layaknya perempuan pada orang diseberang -_-
“ya ! pelankan suaramu, kupingku ini sensitive !!!”
“aishh .. sudah tidak usah banyak bicara ! mau apa?”
“ani … aku .. butuh.. bantuanmu sekarang !” ujar pria itu dengan agak tergagap.
“mwo ? bantuan apa ? dan tunggu .. seorang Lee Donghae meminta bantuanku? Aku tidak salah dengar ??”
“aku sedang sibuk dan membutuhkan asisten saat ini, bisa kau membantuku?”
“apa? Hei, kau kira aku ini pembantu !! aku bukan budakmu, urusan kita sudah selesai sejak kemarin ! jangan harap aku akan terlibat dalam pekerjaanmu..aku tidak akan mau !!” kata Sanghee ketus. “aww suaramu itu” erang Donghae mendengar suara Sanghee yang begitu membahana ditelinganya dan membuatnya harus menjauhkan handphonenya dari telinga .__.
“tenang … aku akan membayarmu ! berapa yang kau inginkan huh?” Tanya Donghae seolah menantang, namun bukannya menjawab pertanyaan Donghae, Sanghee malah bertanya.
“kenapa?” Donghae mengernyit, “kenapa apanya?”
“kenapa aku? Bodoh !!!”
“ahh .. itu..i..itu..aku..sudah..tidak..ada waktu untuk mencari asisten jadi aku menghubungimu saja, kebetulan sepertinya kau bisa diandalkan” ujar Donghae, ia berusaha beralasan sebisanya dan membuang rasa gengsinya itu sejauh – jauhnya.
“ih.. bilang saja aku yang ingin dijadikan pelampiasanmu”
“haha benar !! kau pintar gadis bodoh” tawa Donghae meledak “berhenti tertawa  ! pintar ya pintar, bodoh ya bodoh cish” Sanghee menggerutu sebal, Donghae langsung berhenti tertawa detik itu juga setelah mendengar gerutuan Sanghee.
“eh-hem… bagaimana?” Tanya Donghae lagi
“aduh…aku bingung…!!” Sanghee hampir berteriak, ia mengacak – acak rambutnya.
“ya, kalau kau bekerja denganku..aku akan membayarmu mahal” tambah Donghae berusaha membuat Sanghee mengiyakannya dan juga membuat gadis itu semakin bingung.
“hei, tapi … aku kan masih SMA”
“lalu kenapa?”
“kau mau aku bekerja semauku huh?”
“tidak”
“nah, kalau begitu jangan hubungi aku lagi !!” kata Sanghee akhirnya, ia berniat memencet tombol reject dihandphonenya sebelum Donghae berbicara lagi “lima ratus ribu won” ucap suara diseberang. Sanghee masih malas menanggapi namun kemudian ia terkaget mendengar jumlah nominal yang baru Donghae sebutkan tadi. “MWO ?? lima ratus ribu won ?!!” pekiknya
“iya, terkejut?” mulut gadis itu masih terbuka lebar, ia terkejut? Tentu saja, lima ratus ribu won itu tidak sedikit. Ia bisa belanja tanpa harus kena omelan dari kedua orang tuannya karena memakai kartu kredit tanpa batas =,=
Sanghee kembali mencatut pikiran yang berkelebat di otaknya.
Tapi tidak, kau harus jual mahal dulu Choi Sanghee, naikan hargamu ! pikirnya.
“dikit sekali sih” ucap Sanghee
“mwo ?? sedikit katamu? memang berapa maumu?”
“mahal ~ sekitar enam ratus lima puluh ribu won, bagaimana?” ujar Sanghee menekankan setiap nominal yg ia sebutkan sambil tersenyum puas.
Sementara itu Hyejin dan Ryumi sedikit menguping pembicaraan Sanghee namun mereka tidak mengerti Sanghee bicara apa Hyejin menatap Ryumi seolah berkata ‘dia-sedang-bicara-bersama-siapa?’
menyadari itu, Ryumi mengangkat bahunya tidak tau. Mereka berdua semakin penasaran saat mendengar kata uang di pembicaraan Sanghee.
“ya!!! kau pikir kau ini siapa? kenapa aku harus membayarmu enam ratus lima puluh ribu won? Tidak bisa. Lima ratus ribu won.. ambil atau tidak?!!” ujar Donghae sok bijaksana.
“aku siapa? aku adalah adik superstar Choi Siwon, baiklah, mungkin uangmu tidak cukup untuk enam ratus lima puluh ribu, aku terima tawaranmu!! Tapi masih ada syarat lagi”
Donghae mendengus frustasi. “syarat apa?” katanya pasrah
“kita adakan perjanjian hitam diatas putih setelah itu kita tanda tangan agar kau tidak membawa kabur uangku ! dan kau harus membayar beberapa uang muka bagaimana?” Sanghee akhirnya menyetujui walaupun syaratnya agak kurang masuk akal. Seorang Lee Donghae membawa kabur uangnya. Mustahil kan?
“aku tidak akan membawa kabur-” “hap! Pokoknya ikuti saja!!” potong Sanghee cepat.
“baik baik .. aku akan menurutimu gadis imut, sekarang … cepat ke apartemenku ! pekerjaan menunggumu sayang ~” kata Donghae meledek “ish… menjijikan sekali kau.. baik aku akan berlari ke apartemenmu dalam 5 menit…eh bukan.. 10 menit.. tunggu aku okay?”
“baik, aku akan menunggumu…sampai jumpa”
“ne..” Sanghee menekan tombol reject dihandphonenya, dengan otomatis sambungan telepon mereka terputus. Sanghee lalu menoleh kearah belakang tubuhnya dan menemukan kedua sahabatnya sedang memandang heran dirinya. Sementara Sanghee? Ia hanya bisa memberikan cengiran tak bersalahnya. “hehehe … maaf kalian menunggu”
“siapa yang menelpon? kenapa pembicaran kalian terlihat seru sekali sih?” ujar Hyejin ingin tau.
“ahaha bukan .. bukan siapa – siapa !! orang tidak penting kok” jawab Sanghee menutupi.
“dan .. itu ..aku.. sepertinya tidak bisa ikut jalan – jalan dengan kalian..hehe..aku sibuk” tambah Sanghee meminta maaf, ia menautkan kedua jarinya didepan dadanya seraya menundukan kepalanya “wae ????” tanya Hyejin dan Ryumi bersamaan
“ahh .. anu… aku .. aku benar – benar sibuk, kita bisa pergi bersama kapan – kapan kan? Maaf ya, kalian pergi berdua saja dulu”
“memangnya kau sibuk apa? Mungkin kami bisa membantu” kata Ryumi, mendengar itu Sanghee langsung menggeleng cepat. “tidak .. tidak… kesibukanku ini hanya aku yang bisa menyelesaikannya sendiri”
“yang benar ?” Hyejin mengerutkan keningnya melihat kelakuan temannya yang terlihat aneh dan menutupi sesuatu.
“iya.. tentu saja, aku tidak ingin merepotkan kalian hehe” ujar Sanghee masih salting. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana kalau kedua sahabatnya Hyejin dan Ryumi tau bahwa yang menelponnya tadi adalah Lee Donghae ? berteriak histeris atau tidak percaya? Mungkin bisa keduanya. Apalagi mengingat Hyejin adalah fangirl dari pria itu. *sejak kapan gue ngepens ama donge ?? ==a*
“gwaenchana … sepertinya kau memang sibuk” kata Ryumi mencoba mengerti “ne..” sahut Hyejin singkat. Sanghee langsung tersenyum mendengar kata sahabat – sahabatnya itu.
“aaaaa … kalian ini baik sekali sih! Aku tidak akan pernah melupakan kalian … aku tidak pernah menyesal bersahabat dengan kalian” kata Sanghee kegirangan, ia mengelus dagu kedua sahabatnya itu ._. kemudian berpamitan. “baiklah, aku pergi dulu .. dadah .. Han Hyejin Shin Ryumi saranghae ~” ujar Sanghee akhirnya sambil sedikit  berjalan kearah pintu gerbang dan tersenyum manis dan membuat gambar hati diatas kepalanya dengan tangannya -__-.
~
Sanghee menyeka keringat yang mengucur diwajahnya. Nafasnya masih memburu, terang saja, ia berlari dari gerbang sekolahnya hingga ke halte bis, untunglah tinggal beberapa langkah lagi ia akan mendekati halte yang menjadi persimpangan bus itu. Raut wajah lega terlihat setelah bus hijau besar dihadapannya. Buru – buru ia naik kedalam bus yang bisa menampung berpuluh – puluh orang disana. Beberapa menit kemudian Sanghee tiba di tempat tujuannya.
Gadis itu tersenyum ringan melihat apartemen Donghae yang sudah ada dihadapannya, ia tinggal berjalan ke parkiran dan menghampiri Donghae disana.
Dan benar saja Donghae sedang berdiri didepan mobil hitamnya sambil menunggu kedatangan seorang gadis SMA yang sekarang sudah resmi menjadi asisten pribadinya. Berkali – kali ia melihat jam tangannya, tapi gadis itu belum menunjukan sosoknya. Rasanya Donghae ingin sekali memperkecil tubuh gadis itu.
Terlihat seorang gadis berlari sambil melambaikan tangannya. Tentu saja ia juga memanggil nama pria itu. Bukan nama sih, tapi… “ikaaaaaaaaaaan !!!” teriak gadis itu membahana. Donghae membelalakan matanya mendengar namanya yang menurutnya bagus sekarang diubah menjadi ikan oleh gadis kecil itu -___-a
“ya! Siapa yang kau panggil ‘hah? Namaku itu LEE DONGHAE” bentaknya kesal, sudah dua kali ia dibuat kesal oleh gadis itu.
“hahaha mianhe, aku lupa letak huruf vocal namamu” jawab Sanghee asal. Nafasnya masih tak beraturan ‘hosh..hosh’ itulah yang terdengar dari desahan nafasnya.
“cish! Menyebalkan kau !!”
“yasudahlah lupakan ! kau sudah terlambat kan? Bisakah kau menahan segala kekesalanmu hingga kau tua nanti”
Donghae melemparkan pandangan sebalnya lagi pada Sanghee
“kau ini bicara apa? Sudah cepat masuk kedalam mobilku”
“baik .. baik..” Sanghee kemudian membuka pintu mobil Donghae dan duduk disamping pengemudi yang tidak lain adalah pria ikan itu.
“kau akan menyetir lagi?” Tanya Sanghee was was. “memang kau bisa menyetir? Jika bisa kau saja”
“tidak… aduh bisakah kau memperkecil jarak kemudimu? Aku masih muda” pintanya memamerkan puppy eyes dikedua matanya.
“hahaha” Donghae tertawa menanggapi tapi kemudian ia berkata “tidak bisa”
“ya! Kau ini kalau ingin mati sendiri saja, aaaa… oppa tolong aku !!!” Sanghee ketakutan, ia berkomat – kamit tidak jelas seperti mengucapkan sebuah doa.
“lebih baik aku naik bus saja kalau begitu” ucap Sanghee, ia baru saja ingin membuka pintu mobil, namun Donghae berkata “oke oke.. aku akan menjadi pengemudia yang baik untukmu” katanya, Sanghee lalu menoleh kearahnya.
“yang benar?” tanyanya curiga “he-em” Donghae mengangguk.
“naah .. kalau begitu aku bisa tenang” ucapnya sambil tersenyum lega. Donghae kembali terkekeh melihat senyuman lega gadis itu.
Sesuai dengan perkataannya tadi, Donghae benar – benar mengendarai mobilnya itu dengan kecepatan standar. Itu lebih baik, daripada membiarkan Sanghee naik bus.
“ahh .. lihat Lee Donghae-ssi, wajahmu lebih tampan jika menyetir dengan baik” ucap Sanghee memuji, walaupun itu hanya terpaksa.
“hahaha aku memang tampan” ujar Donghae narsis “tidak jadi.. kau itu narsis sekali sih” Sanghee mencibir. “hehehehehehe :p” Donghae kembali tertawa.
“kau ini tertawa mulu sih”
“kau itu lucu, kau tau?” balas Donghae
“tentu saja aku tau, kemarin Eunhyuk oppa juga mengatakan begitu juga, aku ingin tau selucu apasih diriku” Sanghee menatap polos wajah Donghae dengan tatapan innocentnya, wajah Donghae berubah setelah mendengar kata Eunhyuk berubah menjadi datar, air muka orang cemburu. Bisa bayangkan kan? *author malah nanya sih -__-*
Donghae berdecak sebal, “bisakah kau berhenti menyebut kata Eunhyuk didepanku? Dia mengatakan kalau kau gadis lucu huh? Kau tau dia itu sebenarnya Playboy yang pintar merayu mangsanya ! jangan dengarkan kata – kata dia” omel pria itu tidak karuan.
“kau itu kenapa sih? Aku belum pernah mendengar dia itu playboy atau mungkin itu dirimu?”
“ish, lupakanlah ! kau sama sekali tidak lucu” Donghae menarik kembali kata – katanya. Sanghee kembali menggumam sebal, “kau ini kalau memuji harus tulus! Walaupun kemarin Eunhyuk oppa tidak mengatakan aku gadis cantik atau gadis manis, tapi aku yakin ia pasti sangat tulus” kata Sanghee sok tau, ia tersenyum mengingat pertemuannya dengan idolanya kemarin. Tidak terduga memang, tapi itulah takdir .__.
Ia menghiraukan wajah Donghae yang sekarang sudah kembali kesal, gadis itu tetap bercerita dengan Donghae kejadian kemarin, sepertinya ia tau Donghae sedang mencueki dirinya. Donghae menginjak pedal gas dengan yakin dan tentu saja mobil yang mereka tumpangi semakin cepat dan berlaju kencang. Sanghee terlonjak dan memegang erat – erat sabuk pengamannya.
“hooaaa .. kenapa jadi mengebut seperti ini hah?”
“menurutmu kenapa?” Donghae memutar balikan perkataan Sanghee
“hiiaaa Lee Donghae !! kau berjanji akan menyetir dengan normal kan?”
“itu janjiku beberapa menit yang lalu tapi aku baru saja merubahnya beberapa detiak yang lalu” Donghae tersenyyum licik, sementara Sanghee menyatukan kedua tangannya berkomat – kamit dan membaca doa disana.
“oppa ~ tolong aku !! aku tidak mau mati muda … aku bahkan belum pernah merasakan ciuman” ujar Sanghee tidak jelas. Sungguh polos. Pikir Donghae.
Mendengar perkataan Sanghee, Dongha ehanya tertawa singkat kemudian melanjutkan aktifitas menyetir mobilnya, dan tentu saja masih dengan kecepetan diatas normal.

***

“Ckiiitttt” sedan hitam itu memarkirkan mobilnya disamping gedung sebuah agensi, penghuni mobil yang berseragam SMA itu keluar dengan raut muka yang cukup pucat.
“oh tuhan, lebih baik aku terjebak macet selama satu jam daripada naik bersama orang ini” ucapnya, ia kemudian meraba bagian perutnya yang serasa diaduk – aduk itu.
“perutku mual” adunya
Pria yang tadi mengemudi itu hanya menyeringai pada Sanghee. Seringaiannya itu bisa membuat orang ingin menampar wajahnya -__-
“kenapa kau menyeringai begitu ? ini semua salahmu !! sudah dua kali aku seperti ini karenamu”
“kau berlebihan, kemarin kau muntah kan? Tapi hari ini tidak, sepertinya ada kemajuan, atau mungkin kau sudah kebal” Donghae menyeringai lagi padanya.
“diam kau atau wajahmu akan benar – benar menjadi ikan !” ancam Sanghee geram, ia semakin emosi saat Donghae menyuruhnya mengambil barang – barang keartisannya dibagasi dan mulai memerintahnya.
“uhh badanku pegal membawa barang banyak begini” gerutunya pelan, untunglah Donghae tidak mendengar gerutuan gadis itu. Jadi Sanghee bisa selamat tanpa omelan.
Ia mengekor dibelakang Donghae dengan dua tas penuh dikedua tangannya. Beban yang ada ditas itu cukup berat, hingga membuat gadis itu kembali berkingat dan penuh peluh diwajahnya.
Sanghee mengikuti Donghae yang berbelok ke sebuah tempat, lebih tepatnya studio pemotretan. Sanghee melebarkan matanya, ia baru sadar didalam ruangan itu dipenuhi dengan para artis papan atas. Ia mengedip – ngedipkan matanya berkali – kali.
ini bukan mimpi ! ini kesempatanmu untuk mendapatkan tanda tangan dan foto mereka! Pikirnya, senyum terkembang dibibir gadis itu. Ia jadi semangat untuk menjalani pekerjaan barunya ini. “baiklah, aku harus semangat ! fighting !!!” katanya riang.
“Sanghee-ya, kau taruh barangnya disini.. dan tolong kau ambilkan baju sponsor untukku pada tante tante itu” suruh Donghae, ia menunjuk ke seorang wanita yang sedang merapihkan beberapa baju wardrobe. Sanghee mengangguk mengerti, kemudian berjalan kearah yang Donghae maksud. Ia baru menyadari, ditempat itu, dialah satu – satunya orang yang memakai baju sekolah. Tentu, tempat seperti itu bukan tempat yang bisa dijangkau gadis SMA sepertinya. Ia musti bersyukur.
“joseumnida.. aku ingin mengambil baju untuk dipakai Lee Donghae” kata setelah ia tiba dihadapan tante tante itu.
“oh, tunggu sebentar”
“ne..” Sanghee mengerti, ia menunggu tante itu yang sedang mencari baju untuk Donghae, matanya menyelusuri seluruh ruangan itu. Ruangan itu penuh dengan pria – pria tampan yang sudah terkenal, ada bintang iklan, model catwalk sampai penyanyi dan koki *author gelaaa*.
Untunglah, ia tidak terkena serangan jantung saat memasuki ruangan itu.
“oh tuhan !! itu kan Key !! dia pria paling fashionable tahun ini ! yaampun aku bisa melihat dia langsung! Ryumi pasti iri jika aku memberitahunya, nanti aku akan meminta foto dan aku pamerkan pada Ryumi hahaha” Sanghee menyerocos pada dirinya sendiri. Ia memandangi pria bernama panggung Key itu dengan tatapan kagum, rambu blonde key terlihat sangat mengesankannya. “yaampun dia benar terlihat fashionable dia juga sangat tampan” Sanghee menggelengkan kepalanya mengagumi ketampanan pria itu karena tidak sadar dengan tindakannya, pundak Sanghee ditabrak oleh seorang pria kurus namun tidak terlalu tinggi, walaupun masih lebih tinggi dari Sanghee. Hingga membuat gadis itu hampir jatuh tersungkur. Untunglah ia masih bisa menyeimbangkan tubuhnya. “ohh.. maaf nona” pria itu membungkukan badannya meminta maaf, tapi Sanghee malah terbengong melihat pria itu ada dihadapannya.
“nona kau tidak apa – apa kan?”
“ahh.. aku tidak apa – apa, maaf mengganggumu .. kau Kim Ryeowook kan? Koki yang bisa memasak sambil bernyanyi itu?” tanyanya masih dengan memandang pria berwajah mungil dihadapannya.
“iya, kau sendiri? Kau masih SMA ya? Kenapa bisa ada disini?” pria itu balik bertanya.
“ahh aku … aku sedang..”
Tiba – tiba tante tante yang ditunggu Sanghee keluar dari ruangan baju – baju dan memberikan beberapa baju yang terbungkus rapi pada Sanghee “ini berikan pada Lee Donghae, beritahu ia bahwa aku ingin ia memakai beberapa baju lagi besok” katanya, Sanghee mengangguk singkat. “ne…”
“hei, kau siapanya Donghae? Adiknya? Atau pacarnya?” Tanya Ryeowook ramah, ia menyadari gadis dihadapannya memakai seragam sekolah.
“bukan, aku asistennya hehe dan kau benar aku memang masih SMA”
“Ryeowook-ah, sedang apa kau disini ! kita harus segera..” omel seorang pria menghampiri Ryeowook, dan tentu saja ia juga artis. Pria itu mengalihkan pandangan pada gadis disamping Ryeowook, gadis itu membuatnya membulatkan matanya. “uwaa.. yeppeoda.. kau siapa? kau imut sekali .. kau artis disini?”
“ahh? kau bicara dengan aku?” Sanghee menoleh kekanan dan kirinya tapi menyadari hanya ia yang ada dihadapan pria yg baru saja memujinya.
“tentu saja, mana ada gadis imut lain, selain kau disini. Siapa namamu cantik?”
“yah hyung ! aku sedang berbicara dengannya, jangan sembarangan mencuri start!!” siapa yang mencuri start ?! berisik kau” ujarnya sedikit membentak pada Ryeowook kemudian kembali mengalihkan pandangannya pada Sanghee
“dan kau gadis cantik, sedang apa disini ? kau sedang ikut audisi hah?” Tanya pria itu lembut.
“yatuhan, ini kan Kim Heechul.. dia MC yang suka marah – marah itukan ? astaga aku merasa seperti di surga hari ini” gumamnya dalam hati, ia begitu gembira.
“Hei Choi Sanghee !! lama sekali kau mengambil baju saja” sebuah suara terdengar didekat Sanghee, itu Donghae. Ia sekarang sudah ada disamping Sanghee untuk menagih baju – bajunya.
“loh, Ryeowook-ah, Heechul hyung .. sedang apa kalian ?” ia bingung melihat kedua pria itu ada disekitar Sanghee.
“oh, jadi ini bajumu ? ambil lah~” Heechul memindahkan baju yang tadi ditangan Sanghee kegenggeman Donghae. “ya! Hyung..” protes Donghae
“hei ~ tadi kan aku bertanya padamu.. namamu siapa sayang?” Heechul meraih kedua tangan Sanghee dan menggenggamnya, Sanghee bisa merasakan degupan kencang dan nafasnya berhenti sesaat.
Donghae memelototkan matanya, ia tidak suka pemandangan ini.
“ahaha.. kupikir kau sudah mendengarnya sat Donghae menyebut namaku hehe”
“memang .. tapi aku ingin mendengar dari mulutmu itu~ bisa beritahu aku namamu” Heechul mengelus tangan gadis itu. Donghae semakin geram. Lagi – lagi ia marah.
sebenarnya ia kenapa ? kenapa setiap ada pria yang mendekat pada Sanghee pria itu serasa akan meledak dan ingin meninjunya. Ada yang bisa memberitahunya? .__.
Donghae cemburu? Ya, bisa saja. Sangat memungkinkan kalau Donghae cemburu saat Sanghee bersama pria lain. Tapi entah kenapa, Donghae sama sekali tidak ingin mengakui pada dirinya sendiri bahwa ia itu sedang cemburu. Mungkin ia masih terlalu gengsi.
Tapi kali ini ia tak mungkin meninju Heechul, ia akan mati sebelum tangannya mengenai wajah Heechul =.= ia tau bahwa pria itu ganas. Lebih baik ia menahan amarahnya.
“namaku Choi Sanghee” kata Sanghee setengah membungkuk.
“ahh.. Sanghee. Nama yang bagus .. baiklah Sanghee sedang apa kau kesini ? kau ini cantik kenapa tidak menjadi artis saja ? aku yakin pasti kau akan diterima, aku akan mendukungmu Sanghee, wajahmu itu sangat manis” puji Heechul. Sanghee tersenyum tipis mendengar itu, ia tau seorang Kim Heechul itu sedang menggombalinya dengan kata – kata yang membuat gadis – gadis pasti akan terbang.
“hyung ! yg pertama kali menemukan dia kan aku hyung!!” kesal Ryeowook pada Heechul, namun Heechul malah menatapnya seram sejenak dan membuat koki yang pandai bernyanyi itu menelan ludah dengan susah payah. Oh, angkernya wajah Heechul. *ditabok bolak balik chullie*
“oiya .. Sanghee, kau itu asistennya Donghae kan ? sebenarnya kau ada hubungan apa dengan Donghae ? dia pacarmu ya??” Tanya Ryeowook penasaran
“apa ? haha …i..itu” Sanghee menatap Donghae bingung, sama seperti Sanghee pria itu juga terlihat bingung. Buktinya sekarang ia sedang menggaruk – garuk kepalanya tidak jelas.
“Donghae-ya kenapa tidak memberitahuku kau sudah punya pacar !!!” gerutu Heechul kesal.
“ne, kau jahat sekali sih !!” sambung Ryeowook. kedua pria itu malah menyalahkan Donghae.
“yatuhan, apa aku pernah bilang dia itu pacarku hah? seleraku itu tidak seburuk itu teman teman ~” balas Donghae sambil memandang kearah dua teman seprofesinya itu bergantian.
“wah, baguslah .. kalau begitu aku masih punya kesempatan” tambah Heechul semangat.
“hei hyung, Sanghee masih muda dan cantik, tidak pantas dengan pria tua sepertimu itu ! astagaaa” kata Ryeowook dan langsung mendapat cubitan dipinggang dari Heechul.
“aduuhh” keluh Ryeowook memegang pinggangnya.
Donghae mendesis sebal, ia berjalan sedikit dan menjauhi tubuh mereka tentu saja masih membawa baju wardrobenya.
“Sanghee mencairkan suasana ya ?” kata seorang pria dari belakang Donghae secara tiba – tiba, Donghae terkesiap kaget, mendengar suara pria yang sudah ia kenal “astaga, ya! kau mengagetkanku!!”
“hehe maaf.. tapi aku benar kan ? lihatlah .. Sanghee menjadi bahan pembicaraan disana, gadis itu bisa mencairkan suasana disini” ungkap pria itu
“kau berlebihan Hyukjae” sahut Donghae
“haha..” Hyukjae tertawa singkat. “hei, kau benar menyukai Sanghee ya?” Donghae bertanya, ia menatap serius kedua mata Hyukjae.
“apa ? kenapa bertanya begitu?” Hyukjae menaikan sebelah alisnya “tidak, hanya saja..sepertinya kau terlihat begitu”
“tidak kok.. jangan khawatir. Kan kemarin aku sudah bilang aku hanya bercanda”
“oh,” hanya itu yang keluar dari mulut Donghae. “atau jangan – jangan kau yang menyukainya ?” Hyukjae memutar balikan pertanyaan, dan itu membuat pria itu membelalak.
“a..apa ? ha..haha..k..kau yang benar saja”
“kenapa kau jadi salah tingkah begitu” Hyukjae menyadari gelagat aneh teman seprofesinya itu, Donghae mengacak – acak rambutnya sekedar melakukan sesuatu untuk menghilangkan saltingnya.
“Donghae-ya ! giliranmu” panggil seorang photographer pada Donghae dan membuat pria itu diam – diam menghembuskan nafas leganya. “fiuuhh…” setidaknya ia tak akan berlama – lama salting didepan Hyukjae.
Hyukjae menghampiri tubuh Sanghee yang masih dihimpit oleh beberapa artis disana. Kehadiran seorang gadis SMA yang imut itu pasti membuat penghuni ruangan itu merasa tertarik.
“Sanghee-ya !” Hyukjae melambaikan singkat tangannya pada gadis itu.
“oh, Eunhyuk oppa” gadis itu tersenyum melihat Hyukjae yang berjalan mendekatinya
“sedang apa disini ?” tanyanya setelah ia tiba didepan gadis itu. “menagih fotoku ? hehehe”
“ohahaha… aku hampir lupa foto kita ada di handphone-ku” kata Hyukjae menanggapi
“hei Lee Hyukjae, kau mengenal Sanghee juga?” Tanya salah satu pria yang berada disamping Sanghee
“tentu, hubungan kami sudah lebih dari teman malah hyung kekeke” gurau Hyukjae, dan itu membuat Sanghee tertawa. Lebih dari teman? Padahal mereka baru bertemu kemarin.
“hah? benarkah?” Heechul membelalakan matanya tak percaya.
“tentu saja hyung, ahh hyung.. aku pinjam Sanghee sebentar ya.. ada urusan penting” tanpa menunggu respon Heechul dan kawan kawannya, Hyukjae langsung menyambar dan menarik tangan Sanghee dan menggenggamnya lembut. “ayo Sanghee, kau ingin kita bicara kan? aku akan mentraktirmu di cafeteria nanti” katanya menatap ke mata Sanghee langsung.
“jincha? ahh.. aku mau” Sanghee menganggukan kepalanya riang. Sementara pria yang disana, hanya melongo tak mengerti.

***

Sanghee duduk di cafeteria dihadapan Hyukjae yang baru saja selesai memesan beberapa cappuccino dan kue kecil untuk mereka berbincang. Ia tidak bisa berhenti tersenyum sejak tadi. Wajar saja, ia sedang duduk dihadapan artis pujaannya. Beberapa kali ia mengatur aliran nafasnya agar tidak sesak, karena baru saja dia menyadari ia sulit untuk menghirup oksigen karena pria itu. “hei, kenapa diam saja?” ucap Hyukjae membuka pembicaraan. “ahh. hehe..itu, aku benar – benar tidak tau harus bicara apa”
“kau tidak perlu grogi begitu, anggap saja aku ini temanmu” jawab Hyukjae seakan bisa membaca pikiran Sanghee yang berada didepannya. “teman ? hehe boleh saja.. aku senang punya teman sepertimu oppa hehe.. kalau sudah begini aku jadi tidak grogi hehe” kata Sanghee cengengesan. “baiklah, mulai sekarang. Hubungan kita adalah teman.” Sanghee mengangguk kemudian tersenyum “teman” Hyukjae ikut tersenyum kemudian menyesap minuman vanilla latte yang sudah terhidangkan di meja.
“ah.. ngomong – ngomong kenapa kau kesini ? ada urusan dengan Donghae atau memang ingin menagih foto – fotomu?” Tanya Hyukjae penasaran
“itu..aku..aku sekarang sudah resmi menjadi asisten Donghae”
“apa ? asisten ?? kau.. jadi asisten Donghae?” Sanghee mengangguk mantap “iya” jawabnya seiringan. “waeyo ?”
“apa ? hehe tadinya aku juga heran kenapa begitu mudahnya mengiyakan.. tapi entahlah, aku seakan disihirdan menyetujui untuk bekerja dengannya.. mungkin aku ingin mencari pengalaman baru dengan menjadi asisten seorang artis terkenal hehe” jawab Sanghee panjanga lebar, sementara Hyukjae hanya mengernyit.
“aneh…”
“aneh apanya?”
“kemarin kau marah – marah dengan Donghae, tapi sekarang kau bekerja dengan Donghae. Aneh bukan?”
“hehe…iya juga sih” Sanghee menggaruk tengkuknya, sementara Hyukjae kembali tersenyum melihat kelakuan gadis itu. “oiya, bagaimana dengan fotomu ini?”
“ahh.. baik, sebentar ku aktifkan bluetoothku ya hehe”
Beberapa detik kemudian Bluetooth Sanghee menyala. Hyukjae berkutat dengan handphonenya untuk mengirimkan hasil selca mereka berdua kemarin. Ia tersenyum geli melihat nama Bluetooth Sanghee. Namanya adalah  – ♫ ♥ ♫ Love Lee Hyukjae ♫ ♥ ♫ – *alay -___-*
Tak lama kemudian file file itu masuk kedalam handphone Sanghee hanya dalam hitungan detik.
buru – buru gadis itu membukanya, ia sedikit melongo melihat foto – foto dirinya bersama Hyukjae.
“ahh .. rambutku berantakan sekali sih disana” gerutunya sebal. “tapi tidak apa – apa masih tetap cantik hahaha”
Sanghee terkekeh narsis sendiri sambil memandangi selca di handpone-nya bersama Hyukjae
“waaa aku akan memamerkan ke Hyejin dan Ryumi. Mereka pasti iri” gumamnya lagi
“uu seharusnya keluargaku itu bangga punya anak gadis secantik aku ckck” ia terus bergumam narsis didepan Hyukjae, dan pria itu hanya tertawa – tawa kecil sambil mengangkat alis. Mengesankan. Pikirnya.
“oh, maaf oppa hehe, aku jadi narsis sendiri. Beginilah aku kalau sudah melihat hasil selca hehe” ucapnya
“tidak apa, kuakui itu kau memang cantik” kata Hyukjae memuji Sanghee. Entahlah, dia memuji dengan terpaksa atau tidak. Tapi sepertinya Sanghee merasakan panas dipipinya yang kini telah bersemu merah. Wajahnya memblushing seketika saat Hyukjae mengatakan kata – kata itu. Jantungnya pun semakin berdegup kencang.
“haha kau ini bisa saja oppa” ia pura – pura tertawa, padahal jelas sekali ia sedang salah tingkah.
Sanghee langsung menyambar gelas cangkir cappuccino-nya kemudian menyesap cappuccino yang bertabur cream diatasnya. Hyukjae masih terus memandangi gadis dihadapannya dengan senyum.
Sepertinya ia memang merasa tertarik dengan gadis itu. Hingga ia sama sekali tidak bisa mengalihkan perhatian dari Sanghee
Sanghee melepas cangkir cappuccino-nya itu dari bibirnya. Cerobohnya, sisa – sisa cream cappuccino tadi bersisa diatas dan disamping bibirnya atau bisa dibilang berceceran (?)
melihat itu mata Hyukjae langsung tertuju pada bibir Sanghee *nah yadong nih orang #pletakk*
“Sanghee-ya.. bibirmu itu ada..” ucap Hyukjae seraya pelan seraya menunjuk kearah bibirnya sendiri.
“sebelah sini”
“dimana?” Sanghee menjadi bingung sendiri. Hyukjae yang merasa sedikit geregetan dengan gadis itu langsung turun tangan.
Hyukjae mencondongkan sedikit tubuhnya dan mengulurkan jari – jarinya untuk membersihkan sisa – sisa cream putih yang ada disebelah sisi bibir Sanghee. Sanghee merasakan sentuhan lembut dibibirnya, sentuhan dari jari – jari pria itu membuat Sanghee membelalakan matanya. Apa yang harus ia lakukan ?
Posisi wajah mereka pun hanya tertaut beberapa centi. Ia bisa melihat dengan jelas wajah pria itu yg serius membersihkan bibir mungilnya. Untunglah cafeteria ini sedang sepi. Semoga ia akan selamat tanpa amukan dari siapapun.
Setelah melakukan tugasnya Hyukjae kembali menarik dan memundurkan tubuhnya dan kembali duduk.
“sudah tidak ada apa – apa” ucapnya sambil tersenyum manis.
Gadis itu masih terdiam, ia masih terkaget dengan perlakuan Hyukjae yang begitu perhatian padanya. Pipinya kembali bersemu merah. Ia merasakan panas disekitar pipinya.
“yatuhan.. apa yang barusan ia lakukan?” katanya dalam hati. Dengan mengumpulkan seluruh kesadarannya Sanghee mencoba tersenyum kaku dan membuka suara. “hehe” hanya itu yang keluar dari mulutnya. Ia buru – buru merogoh kantung jasnya dan mengambil cermin saku kecil disana, ia langsung memerhatikan bentuk bibirnya dicermin itu. Bersih. Tak ada sedikitpun noda cream disana. “kau itu seperti anak kecil saja menyisakan makanan dimulut hehe” canda Hyukjae untuk menghilangkan kecanggungan. Sanghee tersenyum menanggapi.
“aku kan memang anak kecil hehe”
“oh, pantas saja haha”
***
Donghae yang baru selesai pemotretan langsung berhambur dan mencari sosok asistennya. Iya, siapa lagi kalau bukan Choi Sanghee. Setelah memeriksa seluruh ruangan namun tidak ia temukan juga.
“kemana gadis itu?” pikirnya. “Donghae-ya ! kau mencari Sanghee?” Tanya seorang pria yang tiba – tiba muncul disampingnya. “ne hyung, kau melihatnya?”
“tentu saja, tadi dia digiring oleh Hyukjae. Sekarang mereka sedang di cafeteria” jawabnya jelas. Mendengar hal itu, Donghae sedikit membelalak
“bersama Hyukjae?” pria bernama Heechul itu mengangguk. “kalau tidak percaya kau kesana saja”
“baik.. terima kasih hyung” ucapnya kemudian berjalan menuju cafeteria sambil menggerutu panjang pendek.
Dan benar saja, sesampainya Donghae di cafeteria. Ia melihat Sanghee dan Hyukjae tengah berbincang disana. Mereka terlihat asyik mengobrol berdua. Donghae yang melihat mereka dari jauh hanya mengepalkan tangannya kesal. Sesekali ia berdecak setelah melihat Sanghee yang terlihat sangat bahagia disana. Ia tidak suka melihat pemandangan ini. Rasanya sulit dijelaskan, ia benar – benar ingin meninju Hyukjae saat ini. Entahlah, ia juga tidak tau kenapa. Mungkin ia harus menyadari bahwa ia cemburu kali ini. Matanya semakin membulat melihat Hyukjae yang mendekatkan wajahnya ke wajah Sanghee. Kepalan tangannya semakin mengencang. Ya ampun, jangan sampai pria itu benar – benar meninju Hyukjae, ia melihat dengan sangat amat jelas Hyukjae menyentuh bibir mungil gadis dihadapannya.
“a..apa..apa apaan dia !!” Donghae menggertakan giginya. Ia mulai melangkahkan kakinya mantap menuju ke meja dimana tempat Sanghee dan Hyukjae duduk disana. Apa yang akan ia lakukan?

TBC

0 komentar:

Posting Komentar

 

Icha's Room Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review